Urgh. Seluruh badanku terasa berat seperti orang yang baru saja jatuh pingsan. Kepalaku masih terasa berat tapi aku mencoba untuk bangkit. Entah kenapa aku merasa kalau aku tidak sendiri karena saat aku mencoba bangkit seperti ada seseorang yang membantuku. Setelah aku merasa kesadaranku mulai pulih, aku mencoba mengingat kembali apa yang baru saja terjadi. Hal terakhir yang kuingat adalah ketika aku sedang bersepeda lalu ada cahaya putih menghantamku, setelah itu aku kehilangan kesadaran.
Hmm. Apakah aku baru saja jadi korban tabrak lari? Aku coba mengamati seluruh tubuhku barangkali ada luka atau cacat fisik. Aku melihat dan meraba seluruh bagian tubuhku untuk memastikan apakah aku baik-baik saja. Saat aku memutar tubuhku, aku melihat ada seorang gadis di belakangku. Sepertinya dia yang membantu aku bangkit tadi. Dia duduk bersimpuh di belakangku, atau kalau dari posisinya, aku bisa membayangkan kalau kepalaku baru saja bersandar di paha gadis ini. Mungkin dia seorang artis atau cosplayer karena gadis ini memiliki rambut berwarna biru dan memakai kebaya yang dengan sekali pandang orang akan tahu kalau yang dia pakai adalah pakaian kelas atas. Dia benar-benar cantik seperti model. Apalagi saat aku melihatnya, dia balik menatapku sembari tersenyum. Ah, apakah ini surga? Jika iya, berarti aku sudah mati.
"Apakah anda baik-baik saja?"
"Eh? Apa maksudmu? Oh, kondisiku. Hmm, kayanya sih aku ga papa. Cuma pusing sama pegel dikit. Kamu yang nolong aku ya? Terima kasih ya."
“Iya, sama-sama.”
"Oh iya, kamu siapa? Terus.... Ini di mana? Kenapa aku bisa ada di sini?"
"Hmm.... Apa hal terakhir yang kamu ingat?"
"Eh? Apa maksudmu? Oh, kondisiku. Hmm, kayanya sih aku ga papa. Cuma pusing sama pegel dikit. Kamu yang nolong aku ya? Terima kasih ya."
“Iya, sama-sama.”
"Oh iya, kamu siapa? Terus.... Ini di mana? Kenapa aku bisa ada di sini?"
"Hmm.... Apa hal terakhir yang kamu ingat?"
Aku rasa wajar aku bertanya seperti itu. Seingatku aku berada di tengah hutan, di kaki sebuah gunung. Sedangkan saat ini aku berada di sebuah pantai, dan sekitar 10 meter dari posisiku ada hutan. Aku bisa melihat dengan jelas laut yang luas membentang. Dengan kata lain, aku yang harusnya sedang berada di tengah hutan dataran tinggi, jauh dari pantai. Sedangkan sekarang aku berada di sebuah pantai. Hutan yang aku lihat dekat sini juga kelihatannya hutan mangrove, terlihat dari bentuk perakarannya yang khas. Dilihat dari sisi manapun ini adalah satu hal yang tidak logis. Ngomong-ngomong, aku baru sadar kalau pakaianku agak basah. Apa iya aku tenggelam di sungai dataran tinggi lalu terseret arus sampai laut? Sekali lagi aku merasa kalau alasan ini kurang logis. Aku butuh sebuah alasan yang logis dari masalah ini.
"Begitu rupanya. Saya tidak tahu pasti bagaimana anda bisa berada di tempat ini. Jadi begini, tadi malam saat saya sedang berenang di laut dekat tempat ini, saya melihat ada sebuah cahaya di langit. Saya melihat di dalam cahaya itu ada sosok manusia, yaitu anda. Saya melihat anda terlempar dari langit ke laut. Saat itu saya langsung bergegas menuju ke tempat anda dan saya pikir anda akan tenggelam jadi saya menolong anda dan membawa anda ke permukaan."
“Oh gitu. Makasih ya. Oh, iya. Namamu siapa? Kamu tinggal dekat sini kah?”
“Nama saya.... Anda bisa memanggil saya Shella. Tempat tinggal saya.... Ya bisa dibilang saya tinggal dekat sini.”
Gadis ini, Shella. Dia memperkenalkan dirinya dengan postur elegan seperti seorang gadis jawa yang terhormat. Dengan penampilan dan cara bersikap yang seperti ini, aku rasa semua laki-laki pasti akan langsung takluk hatinya pada gadis ini.
"Oiya, liat barang bawaanku ga? Apa kebawa arus ya?"
"Oh, maksudmu benda-benda ini?"
Shella tiba-tiba memajukan tangannya seperti mau meraih sesuatu, lalu tangannya menghilang seperti masuk ke dalam suatu ruang yang tidak kasat mata. Ketika ia menarik tangannya kembali, di tangannya ia memegang tasku. Lalu ia memasukkan tangannya kembali dan menarik sepedaku. Aku begitu takjub melihatnya, apakah dia ini seorang pesulap?
"Hah? Apa yang kau lakukan? Dari mana kau mengambil barang-barang itu?
"Oh, ini? Ini sihir Ruang Penyimpanan," jawabnya singkat
Sihir? Apa itu artinya dia seorang penyihir? Keren.... Eh, bentar deh. Emang masih ada ya sihir dan penyihir di dunia ini?
No comments:
Post a Comment