Monday, January 14, 2019

Prolog

Jadi mahasiswa tingkat akhir tuh ga enak. Skripsi, ketemu dosbing, revisi, cari referensi. Ah, kacau! Beda sama dulu pas masih maba unyu munyu yang bisa bebas mau ngapain aja. Masih banyak kuliah jadi ga bingung mau ngapain hari ini. Mau minta duit ke ortu juga masih enak, ga ada rasa bersalah. Padahal ya duitnya lebih banyak abis buat nge-gacha, daripada yang buat makan. Kalo ga buat nongkrong di kafe demi update manga atau novel favorit. Beda sama sekarang yang udah berstatus pejuang skripsi. Sekarang bisanya santai, tiduran di kamar sambil berharap ada keajaiban dan skripsiku selesai dengan sendirinya.

"Hmm.... Sepertinya aku butuh ganti suasana"
Suasana kamar yang cenderung bikin sumpek membuatku ingin ganti suasana. Enaknya ngapain ke mana ya? Tempat wisata dekat sini.. Hmm.. Sepedaan di kaki gunung kayanya asik nih. Gunung yang mana ya....

Sampai lupa. Namaku Andre Mahipala, aku mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Dekat Sini. Walaupun saat ini aku berstatus (semi) pengangguran, tapi dulunya aku ikut banyak kegiatan seperti silat bahkan mapala. Masa lalu itulah yang menjadi dasar penelitian skripsiku saat ini. Pengalaman ketika mapala dulu membuatku senang bermain dekat dengan alam. Termasuk saat ini aku sedang bersepeda membelah salah satu hutan di kaki salah satu gunung di Jawa. Aku bilang membelah, tapi sebenarnya aku hanya bersepeda di atas jalan aspal yang dibangun khusus untuk mempermudah akses ke salah satu lokawisata. Hm? Kenapa bersepeda? Aku suka bersepeda karena menyehatkan dan tidak menambah polusi udara.
Pernahkah kalian bermain di kaki gunung? Jika iya, kalian pasti paham betapa berawan langit di atasku saat ini. Suhu yang dingin tidak menghentikanku mengayuh sepeda yang kutunggangi. Aku beruntung jalan yang kulewati tidak terlalu rusak jadi tidak terlalu menyulitkan perjalanan. Kontur jalanan yang naik turun memaksaku untuk sesekali berhenti untuk mengambil napas dan mengisi dahaga. Sampai akhirnya aku pun hampir sampai ujung perjalanan.
Tiba-tiba aku merasa seperti tersambar petir karena di depanku terdapat cahaya yang terang benderang dan menyilaukan mata. Sejenak, aku merasa terjatuh dari ketinggian. Apakah aku jatuh ke jurang? Aku mulai kehilangan kesadaran. Inikah akhir dari hidupku?

No comments:

Post a Comment